One Last Month In 2007

November 30th, 2007 by luis-adrian001

Wew… Ga nyangka cepet banget ini taon jalannya, lari kali yach… :) Perasaan baru kmrn tuch awal tahun 2007, inget banget waktu rayain taon baruan ama fam… Ga kerasa sekarang ini udh di penghujung tahun 2007, 1 month lagi akan ganti taon… Wew… Life is so fast…

Banyak banget belajar di tahun ini, mulai dari pergumulan, pencarian terhadap visi, pencarian terhadap pembimbing2 / mentor… Finally setiap pergumulan2 itu Tuhan yang jawab dan Tuhan yang sediakan dan bukain jalannya… Sempet juga ada bbrp kali salah langkah krn percaya kepada org yang tidak tepat, any way ini anggaplah proses belajar dan belajar utk lebih lagi andelin Babe yg di atas.. :)

Walaupun blom semua visi tercapai di tahun ini, mungkin cuma 20%, tapi g tau Tuhan punya rencana yang indah… Ini mungkin proses hidup yg Tuhan ijinkan terjadi dlm hidup ini yang g sebut : "Fondasi"… Emank taon ini belajar banyak hal n juga lakuin juga banyak buanget kesalahan2 sehingga bljr lg utk lebih dewasa…

! hal yang paling membuat bersemangat di taon ini adalah ttg yg namanya mentor. Sedih juga awalnya pa awal taon, g kehilangan 2 mentor yg luar biasa krn mrk ada yg pegi ke luar kota n ada yg ke luar negri… Ajaibnya, Tuhan gantikan dengan mentor2 yang luar biasa… Tahun ini ketemu dengan mentor2 yang sangat2 luar biasa… Terlebih lagi pas bbrp minggu terakhir, Tuhan ijinkan g utk ktm mentor yg sangat2 luar biasa, seorang leader besar yg punya bisnis international dan merupakan org no. 1 di Asia utk bisnisnya… Wow ! Thanks banget God, g bs bljr drnya…

Thanks juga buat kepercayaan yg Tuhan udh kasi di tahun ini sehingga boleh melayani dengan diberikan bbrp pelayanan di kepemimpinan… Ga nyangka banget lho… It’s so surprise… :)

Finally ga sabar aja utk akhiri tahun 2007 ini dengan sesuatu yg spektakuler dan mengawali tahun 2008 dengan spektakuler juga… Yg pasti semuanya utk kemuliaanNya….

My New Personal Web Logo

October 12th, 2007 by luis-adrian001

I’ve launched NEW my personal web logo…
See what is new in my personal web page, www.AdrianLuis.com.

Be blessed,

Adrian Luis - www.AdrianLuis.com

My Blog

June 8th, 2007 by luis-adrian001

Find more about my blog [at] www.blog.adrianluis.com
Be blessed….

My Blog

June 8th, 2007 by luis-adrian001

Find more of my blog [at] www.blog.adrianluis.com
Be Blessed…

NIKMATILAH KOPINYA BUKAN CANGKIRNYA

January 23rd, 2007 by luis-adrian001

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir
masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah
tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stress di
pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan
poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis - dari porselin, plastik,
gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa
lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk
menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu
mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal
telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja.
Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri
kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang
kalian alami."

"Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam
banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan
menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya
adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil
cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain."

"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan,
uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat
untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak
mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.
  Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk
menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita."

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya,
jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.
Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda
menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.
Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri
anda sebagai manusia.
  Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam
kehidupan selain dari pekerjaan anda.

BELAJAR DARI KELEDAI

January 17th, 2007 by luis-adrian001

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu
menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa
hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup karena
berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak
tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. mereka membawa sekop dan
mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena
si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan
ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena
apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia
mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya
turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas
punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan
melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai
meloncati teri sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala
macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan,
masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari
diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ’sumur’
dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk
melangkah. Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus
berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang
menimpa dan melangkahlah naik !!! "

FIVE SIMPLE RULES TO BE HAPPY

December 17th, 2006 by luis-adrian001

Are You Happy with your Life…?????? Are You Enjoy your Life ??????
Are You Desperate with your Life ?????? Are you Confused with Your Life ?????
HERE’S SOME ADVICE :
FIVE SIMPLE RULES TO BE HAPPY.
Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.
Remember the five simple rules to be happy:
Ingatlah lima peraturan sederhana ini untuk hidup bahagia.

   

 

  1. Free your heart from hated / Bebaskan dirimu dari kebencian
  2. Free your mind from worries / Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.
  3. Live simply / Hiduplah secara sederhana.
  4. Give more / Berilah lebih.
  5. Expect less / Kurangilah harapan.

No one can go back and make a brand new start.
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari  awal.

Anyone can start from now and make a brand new ending.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.

God
didn’t promise days without pain,  laughter without sorrow, sun without
rain,  but He did promise strength for the day,comfort for the tears, 
and  light for the way.
Tuhan tidak menjanjikan hari2 tanpa sakit,
tertawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan,  tetapi Dia menjanjikan
kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan untuk air mata,  dan terang dalam
perjalanan.

Disappointments are like road humps,  they slow you down a bit  but you enjoy the sm ooth road afterwards.
Kekecewaan bagai "polisi tidur",  ini akan memperlambatmu sedikit tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata.

Don’t stay on the humps too long. Move on!
Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur". Berjalanlah terus !

When
you fe el down because you didn’t get what you want, just sit tight and
be happy,  because God is thinking of something better to give you.
Ketika
kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki,terimalah dan
bergembiralah,  karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik
untuk dirimu.

When something happens to you, good or bad, consider what it means ….
Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya..

There’s a purpose to life’s events, to teach you how to laugh more or not to cry too hard.
Ada
suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu
bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu keras menangis.

You
can’t make someone love you, all you can do is be someone who can be
loved, the rest is up to the person to realise your worth.
Kau tidak
dapat memaksa seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat
hanyalah membiarkan dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang
itu untuk menilai dirimu.

The measure of love is when you love without measure.
Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas.

In life there are very rare chances that you’ll meet the person you love and loves you in return.
Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.

So once you have it don’t ever let go, the chance might never come your way again.
Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.

It’s better to lose your pride to the one you love, than to lose the one you love because of pride.
Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu,daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.

We spend too much time looking for the right person to love or finding fault with those we already love,
when instead we should be perfecting the love we give.
Kita
terlalu mem-buang2 waktu untuk men-cari2 orang yang sesuai untuk
dicintai  atau melihat kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai,
dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan.

When you truly care for someone,
you don’t look for faults,
you don’t look for answers,
you don’t look for mistakes.
Jika kau sungguh2 peduli pada seseorang,
janganlah kau men-cari2kekurangan2nya ,
kau jangan men-cari2 alasan,
kau jangan men-cari2 kesalahan2nya.

Instead,
you fight the mistakes,
you accept the faults,
and you overlook the excuses.
Malahan,
kau atasi kesalahan2 itu,
kau terima kekurangan2 itu
dan jangan kau hiraukan alasan2 itu.

Never abandon an old friend you will never find one who can take his place
Jangan pernah meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah men-dapat penggantinya.

Friendship is like wine, it gets better as it grows older.
Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik

BAGAIMANA KAMU SELALU GEMBIRA ?

December 17th, 2006 by luis-adrian001

Seorang wanita bernama Frances berkenalan dengan seorang pemudi bernama
Debbie di gereja. Debbie selalu kelihatan gembira dan senang, meskipun
Frances mengetahui bahwa Debbie menghadapi banyak masalah di
kehidupannya. Perkawinan yang lama ditunggunya secara cepat menjadi
sebuah perceraian.
Dia harus berjuang sendiri dalam kehidupannya. Dia tidak memilihnya,
tetapi dia memutuskan bahwa dia harus hidup menikmati sepenuhnya.
Debbie aktif di sekolah minggu, dalam paduan suara dan sebagai pemimpin
di kelompok gadis-gadis remaja di gerejanya. Frances sangat senang
mengenal Debbie. Wajah Debbie selalu kelihatan gembira dan dia selalu
menyapa Frances dengan pelukan.

Suatu
hari Frances bertanya kepada Debbie, "Bagaimana kamu selalu gembira,
selalu memiliki energi dan tidak pernah patah semangat ?"

Dengan mata bersinar, Debbie berkata," Saya mengetahui rahasianya!"

"Apa rahasia itu? Apa yang kamu bicarakan ? " tanya Frances.

Debbie
menjawab, "Saya akan mengatakannya padamu semuanya, tetapi kamu harus
berjanji untuk membagikannya kepada yang lainnya.."

Frances setuju, "Ok, sekarang apakah itu ?"

"Saya
telah belajar bahwa hanya sedikit yang dapat saya kerjakan dalam hidup
saya yang akan membuat hidupku menjadi bahagia. Saya harus bergantung
pada Allah untuk membuat hidupku bahagia dan memenuhi kehidupanku.
Ketika kebutuhan meningkat dalam kehidupanku, Saya harus percaya kepada
Allah, bahwa Dia sanggup memenuhi menurut kekayaanNya. Saya telah
belajar banyak bahwa saya tidak membutuhkan setengah dari yang saya
pikirkan. Dia tidak pernah membuat saya terjatuh. Sejak saya belajar
rahasia itu saya menjadi bahagia."

Frances berpikir bahwa
itu sangat sederhana. Tetapi ketika dia bercermin dalam hidupnya, saat
dia berpikir dengan memiliki rumah yang besar akan bahagia, ternyata
tidak. Saat dia berpikir memiliki gaji yang besar akan membuatnya
bahagia, ternyata juga tidak. Kapan dia merasakan kebahagiaan itu?
Yaitu saat duduk di lantai bersama cucunya , menikmati pizza sambil
menonton film, merupakan hadiah dari Allah.

Debbie mengetahui
rahasia itu, Frances telah belajar rahasia itu, dan anda sekarang
mengetahuinya juga. Kita tidak dapat bergantung pada orang untuk
membuat kita bahagia, hanya Allah dalam segala hikmatnya. Percaya
padaNya. Dan sekarang saya memberikan rahasia itu kepada anda.

Maka anda sudah mengetahuinya, apa langkah selanjutnya?

Anda harus membagikan kepada orang lain juga.

~ Anonymous

Nona Hollis

October 8th, 2006 by luis-adrian001

John Blanford berdiri tegak dari bangku di Stasiun

Kereta Api sambil melihat ke arah jarum jam, pukul 6

kurang 6 menit. John sedang menunggu seorang gadis

yang dekat dalam hatinya tetapi tidak mengenal

wajahnya, seorang gadis dengan setangkai mawar.

Lebih dari setahun yang lalu John membaca buku yang

dipinjam dari Perpustakaan. Rasa ingin tahunya

terpancing saat ia melihat coretan tangan yang halus

di buku tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut

adalah seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis

tinggal di New York dan John di Florida. John mencoba

menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk saling

bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim ke

medan perang, Perang Dunia II. Mereka terus saling

menyurati selama hampir 1 tahun. Setiap surat seperti

layaknya bibit yang jatuh di tanah yang subur dalam

hati masing-masing dan jalinan cinta merekapun

tumbuh.

John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya

sebuah foto. Tetapi sang gadis selalu menolak, kata

sang gadis "Kalau perasaan cintamu tulus,John,

bagaimanapun rupaku tidak akan berubah perasaan itu,

kalau saya cantik, selama hidup saya akan

bertanya-tanya apakah mungkin perasaanmu itu hanya

karena saya cantik saja, kalau saya biasa-biasa atau

cenderung jelek, saya takut kamu akan terus menulis

hanya karena kesepian dan tidak ada orang lain lagi

dimana kamu bisa mengadu. Jadi sebaiknya kamu tidak

usah tahu bagaimana rupa saya. Sekembalinya kamu ke

New York nanti kita akan bertemu muka. Pada saat itu

kita akan bebas untuk menentukan apa yang akan kita

lakukan."

Mereka berdua membuat janji untuk bertemu di Stasiun

Pusat di New York pukul 6 sore setelah perang usai.

"Kamu akan mengenali saya, John, karena saya akan

menyematkan setangkai bunga mawar merah pada kerah

bajuku", kata nona Hollis.

Pukul 6 kurang 1 menit sang perwira muda semakin

gelisah, tiba-tiba jantungnya hampir copot, dilihatnya

seorang gadis yang sangat cantik berbaju hijau lewat

di depannya, tubuhnya ramping, rambutnya pirang

bergelombang, matanya biru seperti langit, luar biasa

cantiknya….

Sang perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan

tidak menghiraukan kenyataan bahwa sang gadis tidak

mengenakan bunga mawar seperti yang telah disepakati.

Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John melihat

seorang wanita berusia 40 tahun mengenakan sekumtum

mawar merah di kerahnya. "O….itu

Hollis!!!!"

Rambutnya sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis

berbaju hijau hampir menghilang. Perasaan sang perwira

mulai terasa terbagi 2 ingin lari mengejar sang gadis

cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin menghianati

Hollis yang lembut dan telah setia menemaninya selama

perang. Tanpa berpikir panjang,

John berjalan menghampiri wanita yang berusia setengah

baya itu dan menyapanya, "Nama saya John Blanford,

anda tentu saja Nona Hollis, bahagia sekali bisa

bertemu dengan anda, maukah anda makan

malam bersama saya?" Sang wanita tersenyum ramah dan

berkata "Anak muda, saya tidak tahu apa

artinya semua ini, tetapi seorang gadis yang berbaju

hijau yang baru saja lewat memaksa saya untuk

mengenakan bunga mawar ini dan dia mengatakan kalau

anda mengajak saya makan maka saya diminta untuk

memberitahu anda bahwa dia menunggu anda di restoran

di ujung jalan ini, katanya semua ini hanya ingin

menguji anda."

KOMITMENT TERHADAP GOAL

October 8th, 2006 by luis-adrian001

Lomba marathon internasional 1986 di New York  diikuti ribuan pelari
dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New
York. Jutaan orang  di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui
televisi secara langsung.

Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba
tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia
kehilangan kedua kakinya  karena terkena ranjau saat perang. Untuk
berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya
kedepan.

Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat
mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat.
Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah
berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km
berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan
baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang
kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.

Sementara
hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob
Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan
kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung
tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian
kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua
tangannya.

Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya
tak henti-hentinya berseru "Ayo Bob!  Ayo Bob ! Berlarilah terus".
Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 km
dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang
telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.

Empat hari telah
berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua
kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal
100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya
mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya.
Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang
mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob
sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah
kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata.
Dan di tengah2  gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar
Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak "Ayo Bob, bangkit !
Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan
badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat
bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!"

Perlahan Bob mulai
membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara
lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke
depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui
garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang
berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan
itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya
orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.   

Di
hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata "SAYA BUKAN ORANG
HEBAT. ANDA TAHU SAYA TDAK PUNYA KAKI LAGI. SAYA HANYA MENYELESAIKAN
APA YANG TELAH SAYA MULAI. SAYA HANYA MENCAPAI APA YANG TELAH SAYA
INGINKAN. KEBAHAGIAAN SAYA DAPATKAN ADALAH DARI PROSES UNTUK
MENDAPATKANNYA. SELAMA LOMBA, FISIK SAYA MENURUN DRASTIS. TANGAN SAYA
SUDAH HANCUR BERDARAH-DARAH. TAPI RASA SAKIT DI HATI SAYA TERJADI BUKAN
KARENA LUKA ITU, TAPI KETIKA SAYA MEMALINGKAN WAJAH SAYA DARI GARIS
FINISH. JADI SAYA KEMBALI FOKUS UNTUK MENATAP GOAL SAYA. SAYA RASA
TIDAK ADA ORANG YANG AKAN GAGAL DALAM LARI MARATHON INI. TIDAK MASALAH
ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA
DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM
TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI"